Friday, 2 December 2016

Dongeng Anak Lili dan Pangeran Seribu Topeng

Pada zaman dahulu kala, di sebuah istana yang sangat megah hiduplah seorang pangeran yang sangat tampan dan gagah berani. Namun sayang dibalik ketampanan dan kegagahannya dia memiliki sifat besar kepala, sehingga banyak sekali orang yang benci kepadanya. Pangeran itu bernama Pangeran Alvin.

Pada saat Pangeran Alvin sedang berjalan-jalan di taman dekat istananya, tiba-tiba ada seorang patua yang datang menghampirinya. Saat patua itu menghampiri Pangeran Alvin, Pangeran Alvin langsung menutup hidungnya.

"Bau apa ini?" ujar Pangeran Alvin.
"Maaf pangeran, bolehkah aku meminta makanan sedikit saja." Patua itu meminta pada Pangeran Alvin.
"Tidak, aku tidak akan memberikan makanan ku kepada orang seperti kamu."
"Tapi pangeran, aku hanya meminta sedikit saja." Patua itu memohon.
"Aku tidak akan memberikan makanan ini, karena makanan ini adalah makanan yang sangat mahal dan hanya boleh dimakan oleh seorang pangeran seperti aku." Pangeran Alvin mengucapkannya dengan nada sombong.
"Tapi perutku sangat lapar sekali."
"Aku tidak peduli, sekarang juga kamu pergi dari hadapanku dan jangan pernah kembali lagi." Pangeran Alvin mengusir patua itu.
"Sombong sekali dirimu, karena kesombongannya aku akan mengutukmu menjadi Pangeran Seribu Topeng. Dan tidak ada yang bisa membebaskan kutukanku. Kecuali ada seseorang yang dapat mengambil bunga mawar emas di Bukit Naga Emas."

Patua itu mengutuk Pangeran Alvin, dan seketika itu Pangeran Alvin berubah menjadi seorang Pangeran Seribu Topeng. Ternyata patua itu bukan manusia biasa. Dia adalah orang yang memiliki ilmu yang sangat tinggi. Dan dia datang untuk menguji Pangeran Alvin. Semenjak Pangeran Alvin dikutuk menjadi Pangeran Seribu Topeng banyak tabib yang mencoba untuk menyembuhkan Pangeran Alvin dari kutukannya. Tapi hasilnya selalu nihil. Bahkan banyak orang yang gagal memetik bunga mawar emas, mengingat Bukit Naga Emas dikuasai oleh seekor naga yang sangat berbahaya. Akhirnya kedua orang tuanya memutuskan untuk mengadakan sayembara. Siapa saja yang dapat membebaskan Pangeran Alvin dari kutukannya, maka dia akan mewarisi setengah dari harta kedua orang tua Pangeran Alvin.

Hingga pada akhirnya ada seorang gadis kecil berusia 11 tahun yang bersedia membantu Pangeran Alvin. Gadis kecil itu bernama Lily. Dia datang ke istana yang megah itu untuk menemui Pangeran Alvin atau yang sering disebut Pangeran Seribu Topeng.

"Siapa kau?" tanya Pangeran Alvin pada gadis kecil itu.
"Namaku Lily, kesayanganku ke sini ingin membebaskan kutukanku." ujar gadis kecil itu dengan polos.
Lalu Pangeran Alvin tertawa. "Gadis kecil sepertimu ingin membebaskan kutukanku?"
"Tentu saja." jawab gadis kecil itu yakin.
"Mana mungkin kau bisa membebaskan kutukanku."
"Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin."
"Memang, tapi kau hanyalah gadis kecil yang tidak tahu apa-apa."
"Aku mohon Pangeran, izinkan aku untuk membebaskan kutukanku."
"Baiklah, aku akan memberimu kesempatan. Sekarang juga kau pergi ke Bukit Naga Emas dan ambilah bunga mawar emas itu untukku."
"Baiklah."
        
         
         Akhirnya Lily pergi menuju Bukit Naga Emas. Saat di tengah perjalanan, Lily bertemu dengan nenek tua yang kelaparan dan juga kehausan.

"Nenek kenapa?" tanya Lily iba.
"Nenek lapar dan haus nak."
"Kalau begitu makan dan minumlah bekalku ini."  Lily memberikan bekal makanannya kepada nenek tua itu.
"Tapi bagaimana denganmu?"
"Aku sudah kenyang nek."
Kemudian nenek tua itu memakan dan meminum yang dibekali oleh Lily.
"Terima kasih banyak nak atas semua kebaikanmu, kini nenek sudah kenyang dan tenaga nenek sudah kembali pulih."

Karena merasa kasihan dan iba, Lily memberikan sebagian uangnya kepada nenek tua itu. Sungguh mulia hati gadis kecil ini.

"Ini nek, untuk bekal nenek diperjalanan nanti." Lily menyodorkan sebagian uangnya.
"Tidak usah nak, nenek sudah banyak merepotkanmu."
"Tidak apa-apa nek, ambilah uang inin."
"Terima kasih banyak, kamu memang gadis kecil yang sangat baik hati." puji nenek.
"Sama-sama nek, kalau begitu aku pamit dulu nek."
"Tunggu dulu nak." nenek itu menghentikan langkah kaki Lily.
"Ada apa nek?" Lily kebingungan.
"Ambillah kalung ini."
"Tapi nek."
"Nenek tidak punya apa-apa lagi selain kalung liontin ini. Jadi terimalah, anggap saja ini hadiah dari nenek karena kebaikanmu."
"Terima kasih nek." Lily menerima kalung liontin tersebut.
"Iya."
Kemudian Lily memakai kalung pemberian dari nenek tua itu. "Aku suka dengan kalung liontin ini nek." namun saat Lily hendak melihat nenek tua itu, tiba-tiba saja dia menghilang begitu saja entah ke mana.
"Nek, nenek, nenek." Lily mencari nenek itu, namun tidak berhasil menemukannya. "Nenek itu ke mana ya, kenapa tiba-tiba saja menghilang?" Lily kebingungan.


Akhirnya Lily melanjutkan perjalanannya ke Bukit Naga Emas. Tanpa terasa, ternyata sekarang Lily sudah sampai di puncak Bukit Naga Emas. Dan dia melihat bunga mawar emas itu. Warnanya sangat mengkilat sekali. Persis seperti emas. Saat Lily hendak mengambil bunga mawar emas itu, tiba-tiba seekor naga emas yang besar dan panjang itu terbangun dari tidurnya.
"Kau sedang apa gadis kecil?" ujar naga emas itu.

Saat Lily menengok ke belakang, Lily kaget melihat sosok naga emas itu. Karena naga emas itu benar-benar besar dan dia dapat berbicara. Karena takut kenapa-napa Lily langsung memetik mawar emas itu dan langsung berlari. Namun naga emas itu terus mengejar Lily sambil menyemburkan api dari dalam mulutnya. Saat sedang berlari tiba-tiba saja Lily terjatuh, dan naga emas itu semakin mendekat. Lily tidak dapat berbuat apa-apa, karena Lily hanyalah gadis kecil biasa yang tidak memiliki kemampuan hebat seperti orang lain. Pada saat naga emas itu menghampiri Lily, tiba-tiba saja kalung liontin pemberian nenek tua itu memancarkan cahaya putih yang sangat berkilau. Dan saat itulah naga emas itu terjatuh dan tidak berdaya lagi. Ternyata kelemahan naga emas itu adalah cahaya putih yang sangat berkilau. Kemudian Lily mengambil bambu runcing yang berada di dekatnya. Ia langsung menusukkan bambu runcing itu pada Naga Emas. Sehingga Naga Emas itupun mati.

Lily langsung pergi meninggalkan Bukit Naga Emas itu, dan dia kembali ke Istana Pangeran Alvin. Sesampainya di sana Lily langsung menemui Pangeran Alvin dan memberikan bunga mawar emas itu.

"Pangeran aku telah berhasil mendapatkan bunga mawar emas itu." ujar Lily.
"Benarkah?" Pangeran Alvin tidak percaya. "Cepat lemparkan bunga mawar emas itu ke tubuhku." Perintah Pangeran Alvin.

Kemudian Lily melemparkan bunga mawar emas itu ke tubuh Pangeran Alvin. Dan seketika itu pun Pangeran Alvin terbebas dari kutukannya dan kembali ke wujud semulanya. Menjadi seorang Pangeran yang tampan rupawan.

"Terima kasih. Ternyata aku salah menilaimu, kau memang orang yang terpilih."
"Bolehkah aku meminta satu hal." Lily membuat permohonannya kepada Pangeran Alvin.
"Apa itu?"
"Aku ingin kau menjadi sworang Pangeran yang baik hati."
"Baiklah, sekarang aku akan merubah semua sifat burukku. Karena kau telah berhasil membebaskan kutukanku maka akan aku berikan sebagian harta warisan ku kepadamu."
"Tidak Pangeran. Aku tidak mau." Lily menolak pemberian Pangeran Alvin.
"Lantas, apa yang kau inginkan?" tanya Pangeran Alvin pada Lily.
"Sekarang aku hidup sebatang kara, dan aku tidak punya siapa-siapa lagi. Maukah kau menjadi kakaku?"
"Tentu saja aku mau. Mulai dari sekarang dan seterusnya kau akan menjadi adikku." Pangeran Alvin sama sekali tidak keberatan dengan permintaan gadis kecil itu.
"Benarkah yang kudengar?" mata Lily berbinar, dia tidak percaya jika Pangeran Alvin mengabulkan permintaannya.
"Iya." Pangeran Alvin mengangguk-angguk kepalanya.

Akhirnya Lily pun diangkat sebagai adik Pangeran Alvin. Dan Pangeran Alvin pun kini menjadi seorang Pangeran yang sangat baik hati. Dia tak lagi menjadi Pangeran yang pelit dan sombong. Topeng yang selalu menghiasi wajahnya kini kembali pada wajah aslinya yang tampan. Meskipun sudah terbebas dari kutukan, orang-orang tetap saja memanggilnya dengan julukan Pangeran Serbu Topeng. Pada akhirnya Lily dan Pangeran Alvin hidup bahagia di istana yang sangat megah itu.

Selesai...

Penulis Santi Mardiyatin

No comments:

Post a Comment

Silahkan berkomentar dengan sopan dan baik
Komentar yang mengandung link aktif akan dihapus secara otomatis