Thursday, 6 October 2016

Kebiasaan Minta Novel Gratisan Pada Penulisnya, Hindari Guys...



Ya, inilah salah satu kebiasaan yang sering terjadi dan terus terulang. MEMINTA BUKU GRATISAN.  (dimohon untuk tidak meminta buku gratisan kepada penulis yang baru saja menerbitkan bukunya). Entah itu buku perdana, kedua, maupun yang keseratus kalinya.  Maaf, bukannya sebagai penulis itu pelit. Tapi jika dianalogikan seperti ini, silahkan dipikirkan : “Bila kalian membuat sebuah novel selama enam bulan bahkan bisa sampai satu tahun yang tebalnya sekitar 250-300 halaman, dan itu semua adalah hasil bergadang, hasil riset, menghabiskan revisi sampai 10 kali bahkan 15 kali revisi, dan harus juga memperhatikan EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). Lalu setelah terbit ada yang minta gratisan… gimana rasanya? Dengan proses yang cukup panjang dan sangat melelahkan itu dijual dengan harga 75 ribu saja rasanya masih sangat murah.” Tak jarang saya menemukan komentar seperti ini “Buat promosi gratis kali…” Bahkan sekalipun dengan embel-embel teman dekatlah, tetanggalah, teman sekolahlah. Baru saja posting di medsos. Alih-alih promosi malah dibanjiri oleh komentar yang namanya “Minta Gratis” Kalian tidak boleh meminta secara gratisan pada penulisnya. Kecuali kalau memang si penulis sudah ada niat untuk memberikannya pada anda. Dan yang lebih parahnya lagi, orang-orang yang meminta secara gratisan itu justru dalah orang-orang yang tidak sama sekali memberikan kontribusi kepada si penulis. Jika ada yang membantu dalam mengerjakan novelnya, ya bolehlah dikasih gratis.
Hargailah penulisnya dengan cara membeli karyanya bukan malah meminta gratisan. Dan penulis pun akan mengapresiasi setiap pembaca yang menghargai karya mereka, Ingat sebuah ide itu mahal harganya. Karena dari sebuah ide itulah kita bisa membuat sebuah karya yang sangat luar biasa.
           

No comments:

Post a comment

Silahkan berkomentar dengan sopan dan baik
Komentar yang mengandung link aktif akan dihapus secara otomatis